Kamis, 06 Desember 2012

Caraku Memotivasi Anak TK Supaya Rajin Belajar

Sekarang ini anak TK tidak bisa full bermain saja, karena di sekolah sudah mulai diajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Aku benar-benar merasakan bagaimana sulitnya mengajak Livia untuk lebih rajin belajar! Tapi itu hanya beberapa waktu saja...untunglah dia ini punya mama yang 'sedikit' kreatif, hehe...yang selalu mencari cara untuk memberikan motivasi belajar pada anak umur 4-5 tahun. Ya mungkin tidak bisa langsung, perlu dicoba beberapa cara, baru berhasil.

Karena tuntutan kurikulum yang berat, aku menjadwalkan setiap sore Livia harus belajar, walaupun tidak ada PR atau tugas yang lain. Aku ingin membiasakan dia untuk belajar tiap hari, jangan pada saat ada tugas saja, dengan harapan ketika SD dia sudah terbiasa (puji Tuhan...sudah terlaksana sekarang).

Karena usianya masih 4-5 tahun, aku tidak bisa memberikan gaya belajar seperti anak yang lebih besar, takutnya dia akan bosan dan tidak bersemangat.
Akhirnya aku punya ide!

Yang kusiapkan untuk belajar bersama Livia :
* Karena di TK belum ada buku cetak, di rumah kusediakan beberapa buku tulis untuk belajar.
* Papan tulis kecil, whiteboard lebih baik, tapi yang biasa juga tidak masalah.

 * Papan tulis mainan twin magnetic, yang menulisnya menggunakan pena khusus dan bisa dihapus
   langsung. Terdapat tiga stempel di sampingnya, bila ditekan pada papan akan keluar gambar sesuai
   bentuk stempel.
   Maaf ya fotonya sudah tidak lengkap...stempel tinggal 1, penanya juga sudah rusak. Ini perbuatan si
   kecil Rafa yang ingin ikut belajar juga...harap maklum ya... :)


Awalnya langsung saja aku beri dia tugas untuk mengerjakan, lalu aku duduk di sebelahnya. Tapi dia malah tidak bersemangat. Akhirnya....aku ajak dia bermain sandiwara, pura-puranya aku ini gurunya dan dia datang ke sekolah sambil membawa tas. Pada saat  memberikan tugas pun aku bergaya seperti seorang guru yang memanggil muridnya, mulai dari namanya sampai nama teman-temannya kadang aku sebutkan. Pada saat itulah dia belajar (tapi dia tidak menyadarinya). Jangan lupa, kadang selipkan gaya yang lucu, supaya dia tertawa dan tidak merasa bosan. Kadang aku ajak dia bernyanyi, kusuruh dia menyanyi di depan atau bersama-sama dengan memakai gaya (persis seperti di sekolah). Bila sudah selesai belajarnya, aku bersuara seperti bel sekolah, dan Livia pun bergaya seperti seorang murid yang pamit pada gurunya untuk pulang ke rumah.

Cara lain yang pernah aku pakai, bermain kuis sambil belajar.
Kalian tahu nggak acara kuis di salah satu TV swasta, yang bernama RANKING 1 ?
Kuis ini tayang mulai jam 07.30-08.30 setiap hari Senin-Jumat. 
Aku suka sekali menonton acara ini, selain karena ingin ikut belajar, pemandu acaranya sungguh kocak, seringkali membuat aku tertawa dan menikmati acara.
Di kuis ini, peserta dibekali whiteboard kecil dan spidol untuk menuliskan jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Itulah yang aku lakukan juga pada Livia!
Kebetulan dia punya papan tulis twin magnetic, hadiah dari kakeknya. Maka kami pakailah itu sebagai peralatan bermain kuis, karena papan ini lebih kecil ukurannya sehingga tidak sulit buat dia mengangkat papan seperti peserta kuis di TV. Kalau sebelumnya aku bergaya seperti ibu guru di sekolahnya, sekarang aku bergaya seperti pemandu kuis Sarah Sechan :)
Pada acara ini juga ada yang namanya babak praktikum. Kadang aku mainkan juga bersama anakku, tapi yang mudah saja tentunya. Misalnya, aku nyalakan sebuah lilin. Lalu aku beri pertanyaan, "Kalau ditiup dari sebelah kanan lilin, kira-kira lilinnya akan mati atau tetap menyala?"
Ternyata cara ini berhasil juga membuat Livia bersemangat untuk terus belajar, karena suasananya tidak membosankan.

Kalau cara yang berikutnya ini, aku terinspirasi dari arisan...hehe.
Aku gunting beberapa sedotan sepanjang kira-kira 4 cm. Kemudian kertas aku gunting kecil-kecil dengan ukuran sekitar 3x4 cm, atau dikira-kira saja yang penting bisa masuk sedotan.
Pertanyaan aku tulis dikertas, bisa soal berhitung, perintah untuk menulis di papan, bahkan aku selipkan perintah supaya dia menyanyikan sebuah lagu.
Setelah selesai kertas digulung sekecil mungkin kemudian dimasukkan di sedotan.
Kumpulan sedotan dimasukkan di sebuah wadah kecil. Livia kusuruh mengambil satu, kemudian dibaca perintah / pertanyaannya, dan langsung menjawab. Setelah selesai ambil satu lagi dan begitu seterusnya sampai habis. Tapi jumlahnya jangan terlalu banyak ya...nanti dia bisa bosan juga :)
Ini benar-benar bermain, tapi dia tetap mempunyai sesuatu yang dipelajari! 

Kalau ingin mengajari ilmu berhitung, aku biasanya mengajak bermain pasar-pasaran. Bergantian kami berdua menjadi penjual atau pembeli. Misalnya dia berjualan kue, aku datang menghampiri kiosnya dan berkata, "Buk...saya beli kue donatnya 5 dan kue lempernya 3. Jadi kue yang saya beli berapa ya Bu jumlahnya?"
Dengan begitu dia akan belajar menghitung cepat.

Ya itu beberapa pengalamanku mengajak Livia belajar. Tiap hari aku memakai cara yang berbeda, supaya dia tidak bosan. Karena kita harus menyadari juga, mereka masih sangat kecil, usianya 4-5 tahun. Dulu pada saat kita seusia itu, pekerjaan kita hanya bermain...sedangkan sekarang?
Ini memang kemajuan zaman, kita tetap harus mengikuti. Tapi jangan lupa, anak seusia itu tetap butuh bermain. Karena itu, kita harus kreatif dalam memotivasi anak TK supaya di balik acara bermainnya, dia tetap mendapatkan ilmu untuk dipelajari.

Semoga pengalamanku ini bisa menginspirasi ya friends... :)




Baca juga disini friends :
http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/23/buku-best-seller-metode-pengajaran-anak-tk/

http://majalahmerahputih.wordpress.com/2010/01/03/cara-efektif-mengajarkan-membaca-pada-anak-usia-tk/

http://www.pendidikankarakter.com/cara-jitu-menumbuhkan-semangat-belajar-pada-anak/

http://www.infobalita.net/252/tips-yang-dapat-membuat-anak-anda-rajin-belajar-dan-kesekolah.html




2 komentar:

Rie Rie mengatakan...

wah bisa ditiru nih mbak...makasih atas sharingnya ya...

Gracia Devi mengatakan...

Hehe..senang bisa berbagi! Salam kenal Mbak Rie Rie... :)