Sabtu, 24 Maret 2012

Melatih Kepedulian si Sulung

Mulai pagi,aku agak suntuk.
Pekerjaan rumah tangga menumpuk...(seperti biasanya)...
Anakku yang baru 13 bulan,Rafael..rewel minta digendong terus.
Untungnya Livia,anakku yang pertama, libur sekolahnya. Jadi aku berharap ada sedikit bantuan hari ini. Tapi,harapanku itu ternyata salah! Livia tidak mau dimintai tolong oleh mamanya yang sudah bingung lari kesana-kemari ini.
Sebenarnya itu bukan hal baru,setidaknya selama beberapa hari ini. Livia hanya ingin bermain dan nonton TV. Disuruh jaga Rafael yang lagi belajar jalan, juga dijawab dengan setengah hati. Tapi aku mencoba bersabar....sabar...dan,sabar....

Tapi, sabar ada batasnya kan?
Puncaknya siang tadi. Rafael menangis dengan nyaringnya,sudah ngantuk rupanya. Padahal sudah kugendong,tapi tangisnya tak berhenti. Tapi aku harus meminumkan obat batuk dulu untuk Livia. Aku suruh dia ambil obatnya di meja makan, sedangkan aku mencoba menenangkan Rafael. Apa jawaban Livia..? Dia ngomel,marah-marah...merasa itu bukan tugasnya sama sekali.
Astagaaaa....habis sudah kesabaranku!
Dengan kata-kata sedikit keras..(bukan membentak lho!)..aku jelaskan alasannya. Seperempat jam kemudian, dia tidur siang. Aku pandangi dia. Hhhhh..sebenarnya aku tidak ingin berkata keras Nak...tapi sesekali kamu harus diingatkan, supaya tidak bersikap jelek seperti itu. Kalau bukan mama atau papa yang mengingatkan, siapa lagi...?
Aku ingin dia sebagai anak pertama harus mulai belajar peduli dengan situasi sekitarnya, dalam hal ini di rumah. Kalau tidak dididik mulai sekarang, takutnya semakin parah dan tidak bisa diubah lagi.
Apalagi tahun ini dia masuk SD, dia harus belajar mandiri dan tanggap dengan apa yang terjadi di lingkungannya.
Yang pasti...semarah apapun aku pada Livia, aku tidak pernah memukul atau menyiksa secara fisik. Jangan sampai deh...!
Cukup mengingatkan saja. Kalau masih emosi, beberapa jam kemudian aku baru bicarakan lagi.
Malam ini, sebelum beli nasi goreng di tempat langganan kami...aku belikan dia pizza. Senyumnya yang lebar..membuat aku lega,anakku sudah ceria lagi. Semoga besok jadi anak yang lebih baik lagi.
Semoga kamu tidak benci mama ya Nak...ini semua karena mama cinta Livia... :)


Silahkan baca juga artikel terkait di bawah ini :
http://nasional.kompas.com/read/2012/08/03/16552636/Latih.Anak.Berempati.dengan.Berbagi
http://cetak.joglosemar.co/berita/latih-kepedulian-tumbuhkan-empati-29631.html



Tidak ada komentar: