Kamis, 27 September 2012

ITP : Idiopathic Thrombocytopenic Purpura

Beberapa hari yang lalu, aku bertemu tetanggaku.
Dia bercerita mengenai suaminya yang terkena serangan stroke sekitar dua bulan yang lalu.
Setelah bercerita lama, tiba-tiba dia bertanya..."Kalo mama dulu sebenarnya sakit apa sih....?"
Hhhhhhhh...mama sudah meninggal 3 tahun yang lalu, tapi setiap ada yang ingat, pasti menanyakan hal yang sama.
Tapi aku bisa mengerti, itu karena mama mengidap penyakit yang belum 'terkenal' seperti hipertensi,diabetes...atau jantung koroner.
Aku bisa mengerti dengan rasa penasaran mereka, karena terus terang aku sendiri juga tidak paham 100% mengenai penyakit mama.
Inilah yang mendorong aku untuk mencari info, sebenarnya penyakit apa yang telah merenggut nyawa mamaku. Disini aku ingin berbagi, sehingga kita semua mempunyai pengetahuan tentang penyakit ini.

Sekitar 4 tahun yang lalu, mama masuk rumah sakit karena trombositnya hanya 4000.
Padahal minimalnya 150.000...jadi bisa kalian bayangkan betapa pucatnya mamaku saat itu!
Ada banyak bintik pada kulitnya,terutama di tangan dan kaki.
Aku berpikir...wah,mama kena demam berdarah nih!
Dokter akhirnya bertanya mengenai riwayat sakit mama.
Beliau bertanya..."Pernah nggak di badan mama keluar gosong-gosong..padahal tidak terbentur apapun?"
Aku jawab, "Iya, sering Dok...kalo capek-capek,biasanya keluar gosong-gosong gitu."
"Itu artinya trombositnya sedang turun Mbak..." kata dokter. "Kalau limpanya pernah ada masalah nggak Mbak...?"
"Mama sudah tidak punya limpa Dok..waktu remaja limpanya sudah diangkat. Waktu itu, gusinya berdarah terus, tidak bisa berhenti, sampai harus opname satu bulan di rumah sakit. Ternyata limpanya sudah tidak berfungsi, jadi harus diangkat." jawabku.
Keesokan harinya, dokter tersebut mengatakan bahwa mama mengidap penyakit ITP, singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura.

 Idiopathic berarti tidak diketahui penyebabnya. Thrombocytopenic berarti darah yang tidak cukup memiliki keping darah (trombosit). Purpura berarti seseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari 'Immune Thrombocytopenic Purpura'.

Dalam tubuh seseorang yang menderita ITP, sel-sel darahnya kecuali keping darah berada dalam jumlah yang normal.
Keping darah tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel dalam proses pembekuan darah dengan membentuk darah beku. Seseorang dengan jumlah trombosit yang terlalu sedikit dalam tubuhnya akan sangat mudah mengalami luka memar dan bahkan mengalami perdarahan dalam periode cukup lama setelah mengalami trauma luka. Kadang bintik-bintik kecil merah (disebut Petechiae) muncul pula pada permukaan kulitnya. Jika jumlahnya sangat rendah, penderita bisa juga mengalami mimisan yang sukar berhenti, atau mengalami perdarahan dalam organ ususnya.


 

Seseorang yang menderita ITP, dalam tubuhnya membentuk antibodi yang mampu menghancurkan keping darahnya. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi untuk penderita ITP, antibodinya bahkan menyerang tubuhnya sendiri.

Ada 2 tipe ITP. Tipe pertama umumnya menyerang kalangan anak-anak, sedangkan tipe lainnya menyerang orang dewasa. Anak-anak berusia 2 hingga 4 tahun yang umumnya menderita penyakit ini. Sedangkan ITP untuk orang dewasa, sebagian besar dialami oleh wanita muda, tapi dapat pula terjadi pada siapa saja. ITP bukanlah penyakit keturunan.

Karena sebagian besar anak penderita ITP dapat pulih tanpa penanganan medis, banyak dokter yang merekomendasikan untuk melakukan observasi ketat dan sangat hati-hati terhadap penderita serta penanganan terhadap gejala-gejala perdarahannya. Penderita tidak perlu dirawat di Rumah Sakit jika penanganan dan perawatan intensif dan baik ini tersedia di rumah. Akan tetapi, beberapa dokter merekomendasikan penanganan medis singkat dengan pengobatan oral _Prednisone_ atau pemasangan infus (masuk ke urat darah halus) berisikan zat gamma globulin untuk meningkatkan jumlah trombosit dengan cepat.

Penyakit ITP untuk penderita orang dewasa dapat berlangsung lebih lama dibandingkan yang dialami anak-anak. Pada saat dilakukan diagnosa, sebagian besar penderita dewasa ITP umumnya telah mengalami adanya perdarahan yang terus meningkat dan mudah sekali mengalami luka memar dalam kurun waktu beberapa minggu,atau bahkan bulan. Untuk pasien wanita, meningkatnya aliran darah menstruasi juga merupakan tanda-tanda utama.




Banyak orang dewasa yang mengalami thrombocytopenia (jumlah keping darah dalam darah relatif sedikit) yang tidak terlalu parah. Pada kenyataannya,sebagian kecil orang bahkan tidak mengalami gejala-gejala perdarahan. Kalangan ini umumnya didiagnosa ITP saat melakukan tes pemeriksaan darah untuk suatu keperluan, dan ternyata salah satu hasilnya menunjukkan jumlah keping darah yang sedikit.

Jika pengobatan _Prednisone _ tidak juga banyak membantu, organ limpa penderita mungkin akan dikeluarkan melalui tindakan operasi. Organ ini yang memproduksi sebagian besar antibodi yang selama ini menghancurkan tubuhnya sendiri. Organ ini juga berfungsi untuk menghancurkan sel-sel darah yang tua atau rusak. Di lain pihak, bagi orang dewasa yang sehat, tindakan operasi pengeluaran organ limpa bukanlah kategori tindakan medis yang serius.

Diagnosa ITP selama kehamilan cukup sulit dilakukan, karena jumlah trombosit pada wanita hamil memang cukup rendah. Sekitar 5% wanita hamil memiliki jumlah trombosit yang cukup rendah di masa kehamilan tuanya. Penyebabnya juga tidak diketahui. Tetapi kondisi ini akan kembali normal sesaat setelah proses bersalin dilakukan.

Bayi yang lahir dari seorang ibu yang menderita ITP kemungkinan juga memiliki jumlah keping darah yang rendah dalam tubuhnya. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah ia dilahirkan. Setelah lahir, bayi umumnya tetap dirawat di rumah sakit untuk keperluan observasi beberapa hari. Sampai diperoleh kepastian bahwa tidak ada masalah, bayi boleh dibawa pulang ke rumah.


Semoga info ini bermanfaat ya friends...karena ITP ini mungkin masih terasa asing di telinga kita. Padahal kenyataannya...di Indonesia ini banyak juga lho yang menderita penyakit ini, bahkan ada yang membentuk komunitas penderita penyakit tersebut.

Bila ada di antara saudara kalian yang menderita penyakit ini, berilah mereka dukungan dan semangat. Banyak juga kok yang bisa sembuh! 
Yang penting...jangan tinggalkan mereka ya friends!
Karena...orang yang sedang menderita sakit itu sangat butuh dukungan dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya.
Itu adalah obat yang paling manjur.... :)


Silahkan baca juga artikel terkait di bawah ini :
http://imrannito.blogspot.com/2008/06/itp-idiopathic-thrombocytopenic-purpura.html 
http://hidupdenganitp.blogspot.com/2008/10/itp-idiopathic-thrombocytopenic-purpura.html 
http://www.radartimika.com/index.php?mib=berita.detail&id=5301 

 






























































































































































































































3 komentar:

cumakatakata mengatakan...

wah, Informasi yang sangat berguna sekali ini Mbak... terima kasih sedah berbagi....

semoga Ibundanya mendapatkan tempat yang Istimewa disisiNya...

Gracia Dee mengatakan...

Makasi banyak doanya ya..senang bisa berbagi :)

Dania Huda mengatakan...

Maaf Gracia.. Bisa gak diambil photonya? photo lutut di atas?