Senin, 21 Januari 2013

Jaranan Kediri

Beberapa hari yang lalu, ada acara di sekolah anakku. Mulai dari TK sampai SMA, ikut berpartisipasi memeriahkan acara rutin tiap awal tahun ini. Ada group band dari SD sampai SMA, yang bergantian menghibur para pengunjung, dengan menyanyikan lagu-lagu yang sedang hits saat ini. Anak-anak berdiri di depan panggung, ikut bernyanyi dan bergoyang mengikuti irama. Semakin siang acara semakin meriah. Apalagi di sekitar lapangan, ada beberapa stand yang menjual makanan dan minuman.

Sekitar pukul 10.30, muncul beberapa pemuda dari ruang perpustakaan SD, yang langsung menarik perhatian semua orang, terutama anak-anak. Mereka memakai baju berwarna orange, dan wajahnya sudah di-make up lengkap. Tidak lama kemudian keluar beberapa orang membawa beberapa atribut, diantaranya kuda-kudaan, dan topeng barongan. Akhhhhh...ternyata mereka ini perwakilan dari SMP Kediri, sekolahnya masih satu yayasan dengan sekolah anakku. Mereka berpenampilan seperti itu karena akan menyumbangkan acara hiburan yang bernama : JARANAN KEDIRI.


 Jaranan ini memiliki unsur magis dalam tariannya, pada puncaknya penari akan mengalami kerasukan / kesurupan. Dan melakukan atraksi di luar nalar manusia, untuk peralatan dan busana yang digunakan masih sangat sederhana. Jaranan ini masih ada di Kabupaten Kediri, di Desa Jambean, Kecamatan Kras. Pada waktu penari mencapai kerasukan / kesurupan, waktu yang dibutuhkan cukup lama sedemikian pula dalam proses “penyembuhan” diperlukan waktu yang lama.



Di sekolah kemarin, para penarinya juga mengalami kerasukan, dan membuat penonton menjerit-jerit. Karena ada beberapa penari berlarian seperti hendak mengejar penonton di sekitar lapangan. Tapi walaupun merasa takut, penonton tetap penasaran dengan kelanjutan tarian itu...termasuk aku! hehe. Tapi akhirnya sang pawang segera menyadarkan mereka dan berakhirlah pertunjukannya.

Ini adalah salah satu kesenian yang harus dilestarikan. Kalau di Malang, mungkin sudah jarang sekali pertunjukan seperti ini, tapi di Kediri masih sering ditampilkan, karena memang dari sanalah kesenian ini berasal. Dan ternyata tarian ini memiliki sejarah yang sangat menarik. Itulah sebabnya warga Kediri merasa berkewajiban menjaga supaya kesenian ini tidak punah, dan mengenalkan tarian ini kepada generasi mudanya mulai dari usia pelajar.

Semoga dengan adanya acara ini, anak-anak lebih mengenal lagi kesenian daerah. Supaya jangan kesenian dari Luar Negeri saja yang mereka tahu, tapi dari negeri sendiri juga harus tahu, dan ikut melestarikan.




Baca artikel terkait di bawah ini :
http://jawatimuran.wordpress.com/2012/02/10/jaranan-kabupaten-kediri/
http://kediribersemi.blogspot.com/2011/10/mengenal-sejarah-seni-jaranan-kediri_2797.html

2 komentar:

Xandra Dewata Transwisata mengatakan...

Aku juga pernah nonton tarian ini. Ngeri kalo pas liat penarinya sudah "ndadi"...tapi asik liat ada sebagian orang yang teriak ketakutan...hehe.

Gracia Dee mengatakan...

ada orang ketakutan kok malah seneng! hehe...